/ berita

Pada 2018 Akan Ada 100.000 Produk Korea yang Berada Di iLOTTE

Salim Group dengan LOTTE Group memiliki komitmen lakukan kerja sama juga dengan meluncurkan e-commerce baru di Indonesia, iLOTTE. Berlainan dengan service e-commerce yang lain, e-commerce ini mengusung rencana ‘Online Mall’ dan akan dilengkapi dengan cek resi jne untuk membuat konsumen lebih nyaman.

iLOTTE tidak bisa digunakan oleh penjual perseorangan. Chief of Marketing Officer PT Indolotte Makmur (ilotte) Ardi Sudarto menyebutkan, iLOTTE membawa pengalaman untuk orang yang sudah mempunyai rujukan brand sebelumnya masuk mall.

Pada 2018 Akan Ada 100.000 Produk Korea yang Berada Di iLOTTE

” Didalam iLOTTE cuma ada authorized store hingga penjual tidaklah perlu cemas berkompetisi dengan penjual yg tidak resmi. Dari bagian konsumen ada jaminan kwalitas, ” jelas Ardi.

Kelompok paling utama product iLOTTE adalah beauty electronic, fashion, sport and hobby ; groceries. Tetapi iLOTTE juga tawarkan product Korea berbentuk K-fashion, K-beauty ; K-food, serta K-kop untuk penggemar korea di tanah air. Pada 2018, juga akan ada 100. 000 product Korea yang berada di iLOTTE.

Ardi katakan sekarang ini ada 60 brand Mall sebagai partner iLOTTE. ” Itu belum juga termasuk juga yang sifatnya brand kecil yang kami input kedalam kelompok iLOTTE brand. Sampai sekarang ini telah ada 50. 000 sampai 60. 000 SKU yang berada di iLOTTE yang sifatnya single product, ” terang Ardi.

iLOTTE juga sediakan makanan ciri khas nusantara dari beragam daerah di Indonesia seperti Lumpia Semarang serta Bolu Meranti Medan. Pemakai bisa beli di iLOTTE serta juga akan diantar ke alamat dalam kurung saat dua hari.

Supaya bisa melayani pengiriman barang, sekarang ini iLOTTE telah mempunyai warehouse di Sunter. Sedang kurir yang dipakai iLOTTE bekerja sama juga dengan pihak ke-3, tetapi memakai seragam iLOTTE. Ardi memberikan LOTTE akan mempunyai mitra baru seperti Gramedia serta PT MAP Active lewat Sport Station.

Tahun 2018 Transaksi e-commerce indonesia akan capai 144 triliun 

Potensi ekonomi digital lewat usaha e-Commerce berpeluang untuk berkembang di Indonesia, terutama di Jawa Barat. Dengan jumlah masyarakat menjangkau lebih dari 250 juta jiwa, Indonesia dituntut untuk jadi pebisnis ekonomi digital di kancah dunia.

Terlebih, data e-Marketer mengatakan jumlah pemakai internet di Indonesia tiap-tiap th. selalu jadi bertambah. Pada 2013, jumlah pemakai internet terdaftar 72, 8 juta, yang lalu naik jadi 102, 8 juta di 2016. Di 2017, pemakai internet Indonesia diperkirakan menjangkau 112, 6 juta.

Masih tetap mengutip e-Marketer, Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar mengungkap kalau Indonesia tempati posisi ke-6 pemakai internet paling banyak dunia. Bahkan juga Indonesia diproyeksikan mendahului Jepang ke posisi lima th. ini.

” Dengan perkembangan pemakai internet, Bank Indonesia memprediksi ada 24, 7 juta orang yang belanja on-line. Nilai transaksi e-Commerce diperkirakan menjangkau Rp 144 triliun pada 2018, naik dari Rp 69, 8 triliun di 2016 serta Rp 25 triliun di 2014, ” tutur Deddy didapati Tekno Liputan6. com selesai buka Cooperative Fair ke-14 di Metro Indah Mal, Bandung, akhir minggu kemarin.

Diluar itu, lanjut Deddy, nilai investasi tehnologi di bidang e-Commerce serta tehnologi finansial menjangkau Rp 22, 6 triliun. Hal itu memberi deskripsi kalau kesibukan ekonomi digital berpeluang besar selalu berkembang.

” e-Commerce tidak saja tawarkan keringanan, namun juga efisiensi saat, tenaga, serta cost. Saya mendorong aktor usaha koperasi serta UMKM di Indonesia terutama di Jawa Barat untuk sadar serta melek tehnologi supaya dapat berkompetisi dengan negara beda ” tuturnya.

Menurut dia, Indonesia mesti jadi basis produksi di lokasi Asia Tenggara. Koperasi usaha mikro kecil serta menengah (KUMKM) mesti ikut serta di dalamnya. Terlebih, sekarang ini ada 8, 7 juta UMKM di tanah air.

” Itu adalah potensi yang cukup besar untuk jadikan negara kita jadi global player, ” ujarnya.